Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Mei 2023

Faktor Yang Mempengaruhi Kelembaban Udara

Faktor Yang Mempengaruhi Kelembaban Udara - Kelembaban udara pada dasarnya merupakan kandungan air yang berada di udara. Kelembaban udara menjadi salah satu faktor penting dalam cuaca dan berbagai kegiatan kita.

Sumber: Top1toto

Kelembaban udara dipengaruhi oleh beberapa faktor, apa saja faktor tersebut? berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi kelembaban udara :

Faktor Yang Mempengaruhi Kelembaban Udara

1. Suhu

Suhu ini merupakan derajat panas suatu benda baik padat, cair maupun gas dimana semakin tinggi suhu suatu benda maka akan semakin panas benda tersebut. Hal tersebut juga berlaku sebaliknya, bila suhu benda semakin rendah maka akan semakin dingin pula benda tersebut. Dan apabila suhu suatu tempat semakin tinggi maka kelembabannya rendah karena kandungan air di udara semakin rendah, begitu pula sebaliknya.

2. Tekanan udara

Tekanan udara berbanding lurus dengan tingkat kelembaban udara, apabila suatu daerah memiliki tekanan udara yang semakin tinggi maka kelembaban di daerah tersebut juga semakin tinggi. Hal tersebut disebabkan karena udara yang ada jumlahnya terbatas.

3. Pergerakan angin

Kelembaban udara juga dipengaruhi oleh pergerakan angin, hal ini karena adanya angin dapat mempengaruhi proses penguapan pada sumber air. Penguapan air ini kemudian akan menjadi salah satu faktor dalam pembentukan awan.

4. Kuantitas dan kualitas penyinaran / radiasi matahari

Penyinaran yang dilakukan oleh matahari juga menjadi salah satu hal yang mempengaruhi kelembaban suatu udara. Kelembaban yang tinggi dapat diturunkan dengan penyinaran matahari yang tinggi, hal ini tentu tidak lepas dari kandungan uap air yang terkandung dalam udara. Kandungan air dalam udara akan berkurang dengan adanya penyinaran matahari yang intens.

5. Vegetasi

Vegetasi merupakan tumbuh - tumbuhan yang berada di suatu tempat yang juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kelembaban udara di tempat tersebut. Faktor kerapatan vegetasi yang akan mempengaruhi kelembaban di tempat tersebut. Suatu tempat dengan tingkat vegetasi tinggi atau semakin rapat maka akan memiliki kelembaban yang semakin tinggi pula. hal ini karena ada seresah yang menutupi permukaan tanah dengan rapat, maka menyebabkan uap air terkunci di dalam nya. Sebaliknya, apabila kerapatan vegetasinya rendah, maka kelembaban udara ditempat tersebut juga rendah karena seresah yang menutupi permukaan tanah juga jarang.

6. Ketersediaan air

Salah satu faktor yang akan sangat berpengaruh pada kelembaban udara pada suatu tempat adalah ketersediaan air. Sebagaimana kita tahu bahwa kelembaban udara sendiri adalah jumlah uap air yang terkandung di udara karenanya semakin tinggi ketersediaan air maka tingkat kelembaban pada daerah tersebut juga akan semakin tinggi. Sementara tempat yang memiliki ketersediaan air yang rendah maka tingkat kelembabannya juga rendah.

7. Ketinggian tempat

Selanjutnya adalah ketinggian tempat, pernahkah Anda berkunjung ke tempat yang tinggi? maka pada saat itulah kita akan merasakan bahwa udara terasa lebih dingin daripada ketika berada di tempat yang lebih rendah. Hal ini disebabkan daerah yang semakin tinggi memiliki kandungan uap air yang lebih banyak yang membuat daerah tersebut juga memiliki tingkat kelembaban yang tinggi pula. Apabila letak daerah semakin rendah maka juga akan memiliki tingkat kelembaban yang rendah pula.

8. Kerapatan udara

Kerapatan udara menjadi faktor selanjutnya yang mempengaruhi kelembaban udara. Kerapatan udara akan sangat berkaitan dengan kelembaban. Apabila suatu daerah memiliki kerapatan udara yang semakin tinggi maka tingkat kelembabannya semakin tinggi pula, begitu pula sebaliknya.

Rabu, 10 Juli 2019

Pasca Panen Kakao

Pasca Panen Kakao - Agar harga jual biji kakao semakin tinggi di pasaran maka setelah dipanen biji kakao harus mendapatkan pengolahan yang tepat. Dengan pengolahan yang tepat maka mutu biji kakao dapat dijaga agar tetap optimal. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa proses dalam pengolahan pasca panen biji kakao :

Pasca Panen Kakao
Sumber : alat pengukur kadar air

Pasca Panen Kakao

Fermentasi biji kakao

Fermentasi biji merupakan tahap awal dalam pengolahan biji kakao, fermentasi dilakukan untuk meluruhkan lendir (pulp) yang terdapat pada kulit biji. Hal ini bertujuan agar setelah disangrai biji kakao menjadi lebih beraroma dan bercitarasa kuat. Mutu teknis biji kakao akan meningkat karena proses ini sebab turunnya kadar air, kadar jamur dan kadar kulit biji.

Proses ini dilakukan dengan cara meletakkan biji - biji kakao segar ke dalam kotak kayu yang bagian bawahnya sudah dilubangi. Pada dasar kotak dibuat lubang dengan diameter 1 cm pada tiap 10 cm, lubang ini berfungsi sebagai jalan keluar masuknya oksigen, karbondioksida dan air yang dihasilkan dari proses fermentasi.

Tumpukan biji di dalam kotak ditutup menggunakan karung goni atau penutup lainnya. Kemudian biji kakao ini akan diaduk setelah proses fermentasi selesai tiap sehari sekali, hal ini dimaksudkan agar panas yang dihasilkan dari proses fermentasi dapat merata. Biji kakao biasanya difermentasi selama paling tidak 6 - 7 hari.

Pencucian biji kakao

Seperti yang telah disebutkan kemudian biji kakao akan dicuci menggunakan air bersih setelah difermentasi. Pencucian dilakukan agar bentuk biji lebih bagus, warna kulit biji lebih mengkilap, kadar kulit biji lebih rendah, dan biji lebih tahan serangan jamur dan serangga selama penyimpanan. 

Proses pencucian dapat dilakukan menggunakan cara manual atau menggunakan mesin cuci khusus biji kakao. Proses pencucian dengan cara manual atau tenaga manusia dilakukan dengan menggosok - gosok atau mengaduk - aduk biji pada sebuah ayakan bambu. Sedangkan jika dengan bantuan mesin cuci biji kakao, pencucian dilakukan secara otomatis dengan meletakan biji hasil fermentasi ke dalam mesin. Namun proses ini hanya dilakukan untuk pengolahan biji kakao skala besar, sebab kapasitas mesin tersebut dapat mencapai 2 ton perharinya.

Pengeringan biji kakao

Proses pengeringan ini dilakukan agar kadar air biji kakao yang tadinya sekitar 60% akan diturunkan menjadi sekitar 6 - 7%. Dengan kadar air tersebut maka tidak akan ada penurunan kualitas maupun mutu pada biji kakao, proses pengeringan juga dapat dilakukan dengan cara manual secara menjemurnya dan dapat dilakukan menggunakan alat pengering (drying) maupun kombinasi keduanya.

Cara manual dengan menjemurnya adalah cara yang paling murah dan mudah, penjemuran ini dapat dilakukan di atas permukaan terpal, lantai penjemuran, atau di atas rak bambu. Sebaiknya setiap luas tempat satu meter persegi jumlah biji yang dijemur tidak lebih dari 15 kg, hal ini agar pengeringan dapat dilakukan secara maksimal.

Selama proses penjemuran, hamparan secara rutin dibalik setiap 2 jam sekali agar keringnya biji merata dengan sempurna. Apabila kita menemukan serpihan kulit buah, biji cacat, plasenta maupun material asing seperti kerikil pada saat proses pembalikan maka hal itu harus kita buang.

Saat musim hujan atau pada daerah yang penyinaran mataharinya tidak optimal, pengeringan biji sebaiknya dilakukan dengan bantuan alat pengering (artifical drying). Alat pengering yang dapat digunakan misalnya flat bed dryer. Dengan alat ini pengeringan dapat dilakukan lebih cepat. Dengan kombinasi penjemuran sinar matahari selama 1 hari dan pengeringan dengan flat bed dryer selama 24 jam efektif pada suhu 60 derajat Celcius, akan diperoleh biji dengan kadar air 7% yang sudah siap simpan.

Tempering biji kakao

Setelah pengeringan selesai dilakukan, biji yang diperoleh sebaiknya ditempering lebih dahulu sebelum disortasi dan dikemas. Tempering merupakan proses penyesuaian suhu biji dengan suhu udara sekitar, proses ini dilakukan dengan cara meletakkan biji kakao yang sudah kering selama 5 jam di ruang terbuka. Proses ini juga merupakan proses penting agar biji kakao tidak mengalami kerusakan saat melewati proses selanjutnya.

Pengemasan dan penyimpanan

Proses selanjutnya biji kakao akan disortasi berdasarkan tampilan fisiknya dan juga ukuran biji tersebut, untuk biji kakao kualitas ekspor (standar AA) dipisahkan dari biji kualitas sedang (standar A dan B) dan kualitas rendah (standar C dan S). Biji - biji ini dipisahkan karena masing - masing standar memiliki nilai jual yang berbeda.

Sebaiknya semua jenis kotoran harus sudah terbuang setelah proses sortasi agar nantinya kotoran tidak terbawa dalam proses penyimpanan. Kotoran - kotoran tersebut antara lain serpihan kulit buah, kerikil, potongan kayu, logam, dan berbagai jenis benda asing lainnya.

Setelah disortir, biji - biji kering tadi kemudian dikemas dalam karung goni yang tiap karungnya dapat menampung tidak lebih dari 60 kg. Setiap karung diberi label yang menunjukkan jenis mutu dan identitas produsen (kebun atau koperasi, perusahaan).

Karung-karung tersebut kemudian disimpan atau dapat langsung dijual. Jika disimpan, karung-karung harus ditumpuk dalam gudang yang bersih,memiliki ventilasi udara, dan jauh dari benda-benda beraroma tajam seperti bensin, solar, atau sampah organik. Penumpukan karung di dalam gudang tidak boleh lebih dari 5 tumpukan agar biji kakao yang ada di dalam karung paling bawah tidak pecah.

Saat menumpuk karung biji kakao harus diberi alas kayu setinggi 10 cm agar biji tidak bersentuhan dengan lantai secara langsung. Jarak karung dengan dindingpun diusahakan bersela minimal 15 cm. Hal tersebut bertujuan agar kelembaban biji tidak begitu tinggi sehingga kualitasnya tetap terjamin.

Senin, 25 Maret 2019

Memilih Biji Kopi Yang Baik

Memilih Biji Kopi Yang Baik - Kopi merupakan minuman yang dihasilkan dari seduhan biji kopi yang telah diolah dan diekstrak untuk kemudian dihaluskan. Lebih dari 50 negara di dunia yang membudidayakan tanaman kopi, dan ini menjadi komoditas yang menjanjikan. Pohon kopi sendiri secara umum mempunyai 2 varietas yaitu Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Kopi Arabika (Coffea arabica).

Memilih Biji Kopi Yang Baik
Sumber : Ahli Pengetahuan
Memilih Biji Kopi Yang Baik Sebelum bisa diminum, kopi telah melewati proses yang panjang mulai dari pemanenan biji kopi yang telah matang baik secara otomatis menggunakan mesin ataupun manual. Kemudian biji kopi ini diproses dengan cara dikeringkan sebelum menjadi kopi gelondong. Selanjutnya biji kopi akan disaring dengan tingkat atau derajat yang bervariasi. Proses terakhir adalah biji kopi ini digiling hingga siap diseduh.


Sejauh yang dicatat sejarah, penemuan kopi yang digunakan sebagai minuman berkhasiat dan berenergi pertama kali ditemukan sekitar 3000 tahun (1000 SM) yang lalu oleh Bangsa Etiopia di benua Afrika. Sejak saat itu kopi telah berkembang hingga penjuru dunia dan telah menjadi minuman yang paling populer di dunia. Menurut perkiraan, Indonesia sudah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi setiap tahunnya. Kopi memiliki manfaat menurunkan risiko terkena penyakit seperti kanker, diabetes, batu empedu, dan berbagai penyakit jantung selain dari aromanya yang nikmat.

Bagaimana cara memilih biji kopi yang baik?

Penjual kopi sekarang dapat kita temui dengan mudah baik secara online maupun offline. Penjual kopi ini tidak hanya menjual kopi dalam bentuk bubuk namun juga menjual kopi dalam bentuk yang masih biji. Membeli kopi yang masih berbentuk biji memiliki keunggulan yaitu aroma yang lebih awet dan kuat serta biasanya kualitasnya yang akan lebih unggul.

Namun banyak pembeli kopi yang masih belum tau kualitas biji kopi yang baik yang akan dibeli. Sebelum anda membeli biji kopi ada baiknya anda membaca ulasan ini terlebih dahulu, berikut cara memilih biji kopi yang baik :

Memilih Biji Kopi Yang Baik

1. Tanggal Berapa Proses Sangrainya

Sebelum anda membeli biji kopi pastikan dahulu bahwa anda harus mengetahui kapan / tanggal berapa biji kopi ini disangrai. Ini akan menentukan apakah biji kopi masih dalam keadaan fresh atau tidak. Apabila masih dalam keadaan fresh tentu kualitasnya juga akan baik.

2. Mencium Aroma Biji Kopi

Cara selanjutnya adalah Anda dapat mencium biji kopi terlebih dahulu sebeblum dibeli. Cara ini digunakan untuk menentukan apakah biji kopi dalam kualitas yang baik atau biasa-biasa saja. Apabila biji kopi memiliki bau yang kuat maka dapat dipastikan biji kopi tersebut memiliki kualitas yang baik. Sedangkan biji kopi yang berkualitas yang kurang baik maka tidak atau kurang tercium bau wanginya.

3. Belilah Dengan Jumlah Yang Tidak Terlalu Banyak

Terlebih Dulu Apabila anda menemukan biji kopi yang baru, maka lebih baik Anda tidak membelinya secara berlebihan terlebih dahulu. Lebih baik Anda membelinya dalam jumlah kecil atau secukupnya saja. Jika memang Anda cocok dengan biji kopi jenis baru tersebut maka Anda dapat membelinya dengan jumlah yang lebih banyak.

4. Memahami Kualitas Biji Kopi

Agar kita mengetahui kualitas biji kopi yang akan Anda beli ada baiknya Anda mencari tau lebih dulu mengenai informasi tentang biji kopi tersebut. Selain itu, Anda dapat bertanya kepada teman-teman yang lebih tau soal biji kopi, dengan begitu Anda dapat lebih mantap dalam membeli biji kopi. Selain itu ada juga forum online yang membahas tentang kopi yang Anda dapat bergabung dan bertanya-tanya.

5. Bandingkan Sebuah Biji Kopi Dengan Biji Kopi Lain

Meskipun anda telah mencoba dan merasa cocok dengan salah satu jenis kopi tertentu, kami disarankan untuk tetap bereksperimen dengan membandingkan atau mencoba dengan jenis biji kopi yang berbeda. Hal ini akan dapat menambah wawasan Anda, hal ini akan menambah tingkat kepekaan Anda pula mengenai biji kopi / kopi dengan kualitas baik, sedang dan yang kurang baik. Untuk lebih memastikan biji kopi yang anda beli berkualitas bagus maka belilah dari agen kopi yang terpercaya. Dengan begitu Anda dapat lebih yakin dalam mengkonsumsi kopi tersebut.