Tampilkan postingan dengan label Beton. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beton. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Mei 2023

Apa itu Rabat Beton

Rabat beton bagi Anda yang sudah malang melintang dalam dunia konstruksi tentu sudah bukan merupakan hal yang asing. Namun bagi Anda yang masih awam atau pemula apakah mengetahuinya juga. Nyatanya rabat beton sendiri bukan merupakan hal yang asing bagi kita semua.

Pengertian rabat Beton

Rabat beton adalah istilah lain dari cor beton yang merupakan bahan yang dibuat dari campuran agregat semen, pasir, kerikil dan air. Hasil campuran ini sering disebut juga dengan cor beton yang sering kita jumpai. Beton sendiri juga mempunyai mutu atau kualitasnya sendiri tergantung dari bahan campurannya.

Sumber: Top1toto


Rabat beton sendiri biasa digunakan dalam berbagai proyek konstruksi seperti pembangunan gedung, pembuatan jalan beton, dll. Rabat beton ini dibuat dengan spesifikasi teknis yang sudah diperhitungkan. Berikut adalah beberapa jenis mutu beton yang biasa digunakan dalam konstruksi :

Mutu beton K (Kg/cm2)
Mutu beton f’c (MPa)
K-100
7.4 MPa
K-125
9.8 MPa
K-150
12.2 MPa
K-175
14.5 MPa
K-200
16.9 MPa
K-225
19.3 MPa
K-250
21.7 MPa
K-275
24 MPa
K-300
26.4 MPa
K-325
28.8 MPa
K-350
31.2 MPa

Fungsi rabat beton pada gedung

Rabat beton biasa digunakan sebagai komponen pembangunan gedung. Biasanya mutu yang digunakan dalam pembangunan gedung cukup menggunakan beton dengan mutu K-100 walau terkadang bisa lebih baik. Rabat beton yang digunakan dalam pembangunan gedung biasa disebut dengan lantai kerja.

Fungsinya adalah untuk pondasi telapak agar cor beton yang bermutu tinggi tidak bercampur dengan tanah. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah fungsi rabat beton dalam pembangunan gedung :
  1. Berfungsi sebagai tempat dudukan untuk pondasi dangkal seperti pada pondasi telapak, plat maupun bored pile. Tujuannya agar beton yang dituang dalam pondasi tidak bercampur dengan tanah.
  2. Berguna untuk mempertahankan elevasi permukaan agar tetap lurus.
  3. Berguna dalam peningkatan daya dukung pada pembebanan yang ada pada permukaan tanah.
  4. Memudahkan pekerjaan tukang terutama yang ada hubungannya dengan tanah.

Fungsi rabat beton pada perkerasan jalan

Rabat beton yang diaplikasikan dalam pembuatan jalan berfungsi sebagai perkerasan jalan guna menahan beban dinamis dari berbagai kendaraan yang melintas. Dibandingkan dengan rabat beton yang digunakan sebagai pondasi gedung, rabat beton pada pembuatan jalan mempunyai kualitas yang lebih tinggi.

Umumnya mutu paling minimal yang digunakan pada pembuatan jalan adalah beton dengan mutu K-225. Bahkan bila kendaraan yang melewati jalan adalah jenis kendaraan berat bisa menggunakan mutu yang lebih tinggi lagi. Secara umum, fungsi rabat beton pada jalan adalah sebagai berikut :
  1. Menopang beban dinamis dari kendaraan yang melintas.
  2. Membantu menjaga permukaan jalan agar ketika hujan tidak becek karena tanah.
  3. Menjaga binatang-binatang seperti serangga naik ke jalan.
  4. Membantu menjaga kelembaban tanah.

Keunggulan menggunakan rabat beton

Perkerasan menggunakan rabat beton sendiri mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan lainnya, yaitu :
  1. Mutu beton bisa disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi dan kondisi anggaran yang ada.
  2. Dibandingkan dengan perkerasan paving block, perkerasan rabat beton dapat lebih cepat dikerjakan.
  3. Dapat tahan diaplikasikan pada tanah yang berstruktur lunak / lembek.
  4. Bisa dilakukan menggunakan peralatan seadanya hingga canggih sekalipun.

Kekurangan menggunakan rabat beton

Selain dari sisi keunggulannya, rabat beton juga mempunyai beberapa kelemahan tersendiri yaitu :
  1. Akan sulit atau bahkan tidak memungkinkan pengecoran beton bila hujan turun selama pengerjaan. Hal ini karena dapat menurunkan kualitas material penyusunnya seperti pasir, kerikil dan semen.
  2. Pengerjaan harus dilakukan dalam satu kali pekerjaan / tidak terputus. Hal ini karena beton yang sudah mengeras akan sulit bersatu dengan beton baru dan bisa menyebabkan keretakan.
  3. Pemilihan material penyusun harus benar-benar diperhitungkan untuk menghasilkan beton dengan kualitas baik.
  4. Anggaran yang diperlukan untuk perkerasan menggunakan rabat beton umumnya lebih tinggi dibandingkan jenis lainnya.

Rabu, 27 November 2019

Lapisan Pelindung Beton

Lapisan Pelindung Beton - Apakah Anda pernah mendengar tentang Floor Hardener? Floor Hardener atau yang dikenal sebagai Penguat Lapisan Beton merupakan bahan berbentuk bubuk campuran yang ditaburkan ke atas beton segar yang akan kering bersamaan dengan beton.

Lapisan Pelindung Beton
Sumber : Alat Uji Kekerasan
Setelah itu bahan ini akan membentuk lapisan tipis yang keras, padat, menyatu dengan beton serta memiliki ketahanan sangat baik terhadap gesekan dan tumbukan dari lalu lintas kendaraan di atasnya. Bahan ini biasa digunakan sebagai lapisan pelindung pada struktur beton yang banyak dilalui oleh kendaraan seperti gudang, ruang produksi, gedung parkir, ruang mekanik, garasi, ruang pamer kendaraan, bengkel dan lain sebagainya.

Lapisan Pelindung Beton

Floor Hardener dibuat menggunakan semen, pasir silika (silica quartz) kering yang telah dipilih dan di gradasi dengan baik, plasticiser bubuk untuk mengganti peranan air, pigmen warna bubuk serta bahan kimia tambahan lain dalam bentuk bubuk.

Keunggulan Floor Hardener
  • Monolit dengan beton, tidak seperti bahan penutup lantai lainnya yang direkatkan dengan perekat tambahan, tidak menjadi satu bagian atau kerap kali terlepas dari beton
  • Ketahanan yang tinggi terhadap gesekan dari kendaraan, mulai dari ringan hingga berat dan tumbukan akibat jatuhnya barang dari ketinggian tertentu
  • Dengan kecepatan dan kapasitas pengerjaan yang tinggi, tidak membutuhkan banyak nat joint sehingga dapat mengurangi tempat berkumpulnya kotoran dan jamur yang umumnya menumpuk pada celah
  • Diproses dengan pengaduk berkapasitas besar sehingga memungkinkan keseragaman kualitas bahan dan warna
  • Jika dikerjakan dengan alat dan metode yang tepat maka akan menghasilkan permukaan keras, rata dan halus sehingga siap untuk pemakaian bangunan dengan presisi tinggi
  • Tidak menimbulkan bercak akibat karat
Pemasangan

Syarat Material Lantai Dasar

Lantai dasar yang akan dilapisi dengan Floor Hardener sebaiknya adalah beton dengan syarat :
  • Kuat tekan 28 hari minimal 225 kg/cm²
  • Tebal minimal 7,5 cm dengan tulangan wiremesh paling sedikit 1 lapis diganjal dengan beton decking dengan ketinggian 2 sampai 3 centimeter dari lantai kerja
  • Usahakan slump beton dibuat sekecil mungkin, ketika beton siap dituang usahakan tebalnya tidak lebih dari 10 cm
  • Hanya pada situasi sangat terpaksa dimana pengerjaan dengan kemerosotan rendah tidak memungkinkan, umumnya lahan terbuka tanpa atap dan cuaca sangat terik, slump diijinkan dinaikkan hingga 12 cm
  • Jika tebal beton sangat ekstrim lebih dari 20 cm, umumnya menjadi satu dengan pondasi rakit / raft foundation, perlu diperhatikan sistem penurunan panas hidrasi yang dapat memadai, misalnya dengan nitrogen cair, balok es ataupun metode lain yang diketahui dan disetujui konsultan pengawas